Doa bersama untuk Aceh & Bangsa Indonesia

Doa bersama untuk Aceh & Bangsa Indonesia

 

Dipenghujung tahun 2004, Kamis, 30 Desember, Anand Krishna Centre di seluruh Indonesia secara serentak pada pukul 19:00 WIB melakukan doa bersama bagi bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Aceh yang sedang tertimpa bencana. Berikut laporan dua harian, RADAR BALI dan NUSA tentang acara ini di AKC Singaraja.

 

Rencanakan Kirim Relawan
(Radar Bali Jawa Pos, Sabtu, 1 Januari 2005)


SINGARAJA. Komunitas lintas agama yang tergabung dalam Anand Krishna Centre atau Yayasan Anand Krishna, Kamis (30 Desember) malam di seluruh Indonesia secara serentak menggelar doa bersama bagi korban bencana gempa dan tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Di Singaraja, doa bersama ini digelar di Anand Krishna Centre Jalan A. Yani 57 Singaraja Bali. Doa bersama ini dihadiri sejumlah tokoh, diantaranya Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf M Arifin, dan Daniel Tonjes dari umat Katolik.

Pada kesempatan itu pimpinan Anand Krishna Centre Singaraja, Made Harbayu mengajak semua umat beragama introspeksi diri. “Kita ketahui apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai, dan apa yang kita perbuat terhadap bumi Indonesia beserta isinya itulah yang akan kita dapatkan. Alam Indonesia merupakan penjabaran apa yang ada dalam diri kita semua. Apabila yang ada hanyalah kekacauan, kebencian, dan keserakahan, maka itu pulalah yang akan kita terima dari alam,” ujarnya.

Bahkan The Torchbeares bekerjasama dengan Forum Kebangkitan Jiwa dan instansi pemerintah terkait yang sedang bertugas di lokasi bencana akan segera melakukan tindakan nyata, yaitu mengirim tim ke NAD untuk menangani pasca trauma para korban yang terkena musibah. Sekadar diketahui, The Torchbearers sudah berpengalaman membantu musibah. “Karena tindakan serupa juga sudah pernah kami lakukan pada korban kerusuhan Mei 1998. Inilah yang mendorong kami untuk mengirim tim kelokasi bencana,” tandas Harbayu …(frs)

———————————–


Dandim Buleleng Nyanyi untuk Aceh
(Harian NUSA, Senin, 3 Januari 2005)


SINGARAJA. Sebagai rasa prihatin dengan musibah maha dahsyat yang menghancurkan Aceh dan Sumut hingga menelan korban puluhan ribu jiwa manusia, Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf M Arifin Jumat (31/12) lalu melantunkan lagu karya Ebiet G Ade, Berita Kepada Kawan. Kepiawaian menyanyi orang nomor satu di jajaran TNI AD Buleleng itupun mampu membuat menangis dan terisak orang yang hadir pada acara doa bersama yang digelar komunitas lintas agama Anand Krishna Centre atau Yayasan Anand Krishna Buleleng.

Dikonfirmasi seusai acara M Arifin mengatakan, dalam musibah Aceh ada beberapa prajurit dari pasukan Raider buleleng ditugaskan di tanah Rencong namun belum diketahui nasib mereka.

Sementara itu pimpinan Anand Krishna Centre Singaraja, Made Harbayu mengatakan untuk musibah Aceh, pihaknya bersama The Torchbearers (muda-mudi dibawah bimbingan Anand Krishna) menawarkan penanganan pasca trauma kepada para korban. Karena inilah yang dianggap paling penting. Para korban yang selamat dan menjadi saksi kejadian mengalami gangguan mental. “Pengalaman kami saat kerusuhan Mei 1998, penanganan pasca trauma sangat penting, karenanya kami akan mengirim tenaga ke sana,” jelasnya. (lus)