SATYA NARAYANA VRATA KATHA

SATYA NARAYANA VRATA KATHA

20 Juni 2008


Malam telah beranjak. Tapi di atas sana, langit malam terang benderang oleh cahaya bulan purnama yang memancarkan keindahan, sekaligus keheningannya. Bumipun terberkati oleh-Nya. Tepat pukul 19.00 Wita, puja Satya Narayana dimulai dengan mengucapkan Om sebanyak tiga kali di aula Anand Krishna Center, dilanjutkan dengan melantunkan lagu-lagu pujian bagi Ganesha, Guru, Devi dan Satya Narayana. Setelah itu, teman-teman beranjak dari tempat duduknya untuk melakukan Naga Sankirtan menuju Secret Garden. Keheningan meliputi Secret Garden saat teman-teman dengan seksama menyimak kisah-kisah tentang Satya Narayana selama 20 menit yang dibacakan oleh Ma Rukmini. Lalu giliran sharing dari teman-teman tentang pengalaman selama sehari dalam menjalankan puasa serta pemahaman tentang cerita Satya Narayana. Kemudian acara ditutup dengan Arati.

Atas doa dan restu dari Guruji, pada saat Anand Krishna Center menyelenggarakan acara Meditasi bersama Sang Master selama 4 malam, di malam terakhir beliau memberikan restunya bagi kami semua yang ada di Bali untuk menjalankan ritual Satya Narayana Vrata Katha puja setiap bulan purnama. Tujuan diadakannya ritual ini agar kita selalu mengingat Satya Narayana, dengan mengingat Satya Narayana akan membantu kita menjalankan disiplin dan untuk mengungkapkan kebenaran yang ada dalam diri kita demikian wejangan yang beliau sampaikan.

Sebelum melakukan ritual tersebut pada malam harinya, beliau memberikan petunjuk hal-hal apa saja yang harus dilakukan sepanjang hari itu. Dimulai ketika kita baru bangun dari tidur dengan niat yang sungguh-sungguh untuk tidak berbohong atau berbicara jujur dalam hal apapun juga dan melakukan puasa dengan hanya mengkonsumsi susu dan juice buah saja. Puasa ini dimaksud untuk membantu kita mengendalikan pikiran, dengan tidak memberikannya energi terlalu banyak melalui makan yang kita makan.

Dua hal yang sebaiknya diindahkan yakni jujur dan puasa dengan hanya mengkonsumsi susu dan juice. Kedengaranya mudah tetapi ternyata tidak. Pada saat sharing teman-teman banyak mengungkapkan kendala-kendala yang mereka alami, mulai dari kebiasan berbohong untuk hal-hal kecil yang sudah mendarah daging tanpa sengaja dilakukan lagi pada hari itu. Seorang teman berbagi, “Pagi itu saya ke toko bangunan untuk membeli beberapa barang dan ingin mencocok-cocokan harganya. Setelah saya tanya harganya, saya merasa agak mahal, lalu saya bilang ke penjaganya saya pergi dulu nanti saya bicarakan dulu dengan suami saya baru saya akan kembali kesini. Pergi dari tempat itu saya sadar bahwa saya telah berbohong padanya, karena saya tahu pasti bahwa saya tidak akan kembali kesana lagi.” Mengenai puasa makanan, teman lain berbagi, “Intensitas saya ke toilet hari ini bertambah dan yang keluar cairan melulu,…tapi badan terasa enak dan segar.” Banyak cerita-cerita yang disharing serta pemahaman yang muncul dalam menjalankan puasa hari ini.

Saat bulan Purnama segala emosi atau kesadaran yang kita miliki akan terpengaruh dengan pasang air yang terdapat dalam tubuh kita. Gravitasi bulan mendominasi air dalam tubuh dan membuat rasa kita menjadi lebih peka. Mungkin ini yang mendasari mengapa Guruji menyuruh kami untuk puasa dan minum air atau juice, sehingga cairan dalam tubuh meningkat. Terimakasih Guruji, latihan ini bukan sekedar latihan setiap bulan purnama, latihan ini adalah Afirmasi untuk memulai kejujuran hari ini saat ini dan semua wejangan dalam kisah Narayana menjadi Pooja laku yang membebaskan diri ini dari kemalangan dan karma yang tidak berkesudahan.

Dilaporkan oleh Hadi Susanto

error: Content is protected !!